Mendesain Jaringan WAN Menggunakan Cisco Packet Tracer
Cisco
Packet Tracer merupakan software simulasi jaringan, dengan adanya software ini
kita tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membeli device jaringan dalam
mempelajari dan mendalami jaringan komputer.Kali ini kita akan dipaparkan
bagaimana membangun WAN dengan software Cisco Packet Tracer. Packet Tracer yang
digunakan adalah versi 6.2, tutorial installnya dapat dibaca pada bab
sebelumnya (instalasi Packet Tracer). Jumlah device yang digunakan yaitu: 12
buah PC; 4 buah switch dan 2 buah router.
1. Buka Cisco Packet Tracer.
2. Kemudian buat desain jaringan seperti berikut.
3. Agar
semua device dapat terdeteksi (muncul nama/label), maka klik pada bar Options→Preferences
Beri tanda centang “√”pada kolom Show Device Model Label
4. Hubungkan device-device tersebut dengan kabel
jaringan. Kabel Straight-Through digunakan untuk menghubungkan device yang
berbeda sedangkan kabel cross-overdigunakan untuk menghubungkan device yang sama.
Berikan alamat IP sesuai dengan
petunjuk (ada 4 kelas berbeda)
5. Masukkan IP address tiap PC, klik icon PC >
Desktop > IP Configuration.
Setting
IP address tiap PC seperti gambar berikut.
6. Setelah IP address telah tersetting, pastikan
tiap PC dapat berkomunikasi dengan PC lain. Caranya dengan menekan tombol P pada
keyboard atau klik icon kemudian letakkan di dua PC yang berada
pada satu jaringan kecil/satu gateway. Bila berhasil terhubung, akan muncul
status pada pojok kanan bawah layar seperti berikut.
7. Agar PC pada gateway 192.168.1.xxx dapat
berhubungan dengan PC yang berada pada gateway 192.168.2.xxx diperlukan
sebuah router untuk menghubungkan dua switch yang “memegang” PC yang ada pada
gateway tersebut. Router harus disetting terlebih dahulu agar dapat
menghubungkan switch tersebut. Berikut settingan routernya.
Kemudian
beralih ke menu RIP, masukkan kedua gateway tadi (192.168.1.1 dan 192.168.2.1)
satu persatu dengan meng-klik Add sehingga settingannya menjadi seperti
berikut.
Bila
settingan berhasil, kita dapat mengirim paket data dari PC pada gateway 192.168.1.1 ke
PC pada gateway 192.168.2.1. Misal kita mengirim dari PC0 ke PC5
8. Lakukan hal diatas pada router (Router1)
satunya.
9. Setelah kedua router telah tersetting dan berjalan
dengan baik, selanjutnya hubungkan kedua router tersebut sehingga semua PC yang
ada dapat berkomunikasi. Hubungkan router dengan kabel cross-over.
Router
diatas hanya memiliki 2 port yaitu FastEthernet0/0 dan FastEthernet0/1.
Untuk itu kita perlu menambah portnya. Caranya matikan router terlebih dahulu,
klik icon router yang ada di jaringan > Physical > klik lampu hijau pada
gambar router. Lihat gambar berikut.
Kemudian
tekan, tahan dan geser NM-1CFE ke gambar port router, bila
sudah nyalakan kembali routernya. Lihat gambar berikut.
Interface
pada router bertambah.
Lakukan
hal yang sama pada router satunya, port yang digunakan untuk menghubungkan
router dengan router yaitu port Ethernet1/0.
10. Setting kedua router (Router0 dan Router1)
seperti berikut (IP address dapat diubah sesuai keinginan).
Misalkan Router0 kita beri IP
172.10.20.20 dan Router1 IP 172.10.21.21
Kemudian
kenalkan IP address dari masing-masing router ke router yang lain di menu RIP.
11. Bila semua settingan benar paket data dapat
dikirim ke PC manapun. Cek dengan cara PING dari komputer sebelah kiri ke
komputer sebelah kanan antar router.
12. Selesai
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar