Minggu, 02 September 2018

tugas cisco 2


Mendesain Jaringan WAN Menggunakan Cisco Packet Tracer

Cisco Packet Tracer merupakan software simulasi jaringan, dengan adanya software ini kita tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membeli device jaringan dalam mempelajari dan mendalami jaringan komputer.Kali ini kita akan dipaparkan bagaimana membangun WAN dengan software Cisco Packet Tracer. Packet Tracer yang digunakan adalah versi 6.2, tutorial installnya dapat dibaca pada bab sebelumnya (instalasi Packet Tracer). Jumlah device yang digunakan yaitu: 12 buah PC; 4 buah switch dan 2 buah router.
1.      Buka Cisco Packet Tracer.

2.      Kemudian buat desain jaringan seperti berikut.

3.      Agar semua device dapat terdeteksi (muncul nama/label), maka klik pada bar Options→Preferences
Beri tanda centang “√”pada kolom Show Device Model Label

4.      Hubungkan device-device tersebut dengan kabel jaringan. Kabel Straight-Through digunakan untuk menghubungkan device yang berbeda sedangkan kabel cross-overdigunakan untuk menghubungkan device yang sama.

Berikan alamat IP sesuai dengan petunjuk (ada 4 kelas berbeda)


5.      Masukkan IP address tiap PC, klik icon PC > Desktop > IP Configuration.
Setting IP address tiap PC seperti gambar berikut.

6.      Setelah IP address telah tersetting, pastikan tiap PC dapat berkomunikasi dengan PC lain. Caranya dengan menekan tombol P pada keyboard atau klik icon kemudian letakkan di dua PC yang berada pada satu jaringan kecil/satu gateway. Bila berhasil terhubung, akan muncul status pada pojok kanan bawah layar seperti berikut.

7.      Agar PC pada gateway 192.168.1.xxx dapat berhubungan dengan PC yang berada pada gateway 192.168.2.xxx diperlukan sebuah router untuk menghubungkan dua switch yang “memegang” PC yang ada pada gateway tersebut. Router harus disetting terlebih dahulu agar dapat menghubungkan switch tersebut. Berikut settingan routernya.


Kemudian beralih ke menu RIP, masukkan kedua gateway tadi (192.168.1.1 dan 192.168.2.1) satu persatu dengan meng-klik Add sehingga settingannya menjadi seperti berikut.
Bila settingan berhasil, kita dapat mengirim paket data dari PC pada gateway 192.168.1.1 ke PC pada gateway 192.168.2.1. Misal kita mengirim dari PC0 ke PC5

8.      Lakukan hal diatas pada router (Router1) satunya.


9.      Setelah kedua router telah tersetting dan berjalan dengan baik, selanjutnya hubungkan kedua router tersebut sehingga semua PC yang ada dapat berkomunikasi. Hubungkan router dengan kabel cross-over.

Router diatas hanya memiliki 2 port yaitu FastEthernet0/0 dan FastEthernet0/1. Untuk itu kita perlu menambah portnya. Caranya matikan router terlebih dahulu, klik icon router yang ada di jaringan > Physical > klik lampu hijau pada gambar router. Lihat gambar berikut.
Kemudian tekan, tahan dan geser NM-1CFE ke gambar port router, bila sudah nyalakan kembali routernya. Lihat gambar berikut.
Interface pada router bertambah.
Lakukan hal yang sama pada router satunya, port yang digunakan untuk menghubungkan router dengan router yaitu port Ethernet1/0.
10.  Setting kedua router (Router0 dan Router1) seperti berikut (IP address dapat diubah sesuai keinginan).
Misalkan Router0 kita beri IP 172.10.20.20 dan Router1 IP 172.10.21.21


Kemudian kenalkan IP address dari masing-masing router ke router yang lain di menu RIP.


11.  Bila semua settingan benar paket data dapat dikirim ke PC manapun. Cek dengan cara PING dari komputer sebelah kiri ke komputer sebelah kanan antar router.

12.  Selesai


Tidak ada komentar:

Posting Komentar